2018-11-07

Menjadi Kreatif Dari Sosok Kreatif

Admin

 

Menjadi sosok yang kreatif dirasa sulit untuk beberapa orang, apalagi yang katanya merupakan sosok 'Morning Person' yang biasanya identik dengan orang-orang yang 'kurang kreatif'. apa benar?

menilik dari halaman elle.co.id, beberapa bukti tertulis bahwa 'Morning Person' memiliki tingkat kekuatan untuk menjadi kreatif yang sama besarnya dengan Night Owl atau para pekerja yang biasanya mulai menunjukkan kreatifitas mereka pada siang menjelang malam hari. apakah ini benar? tidak juga, dan berikut adalah beberapa bukti bahwa menjadi kreatif bisa dilakukan dengan berbagai cara :

 

 

BE A MORNING PERSON

adalah benar bahwa para kaum kreatif yang biasanya bekerja di malam hari, terlihat lebih bisa mengeluarkan ide-ide liar. Namun, ternyata ladies yang menobatkan diri sebagai 'morning person' juga bisa dibilang sosok yang kreatif'. Mereka yang bangun dari tempat tidur pada pagi hari telah terbukti memiliki manfaat besar, seperti Mozart, Georgia O’Keeffee, dan Frank Lloyd Wright adalah salah satu sosok kreatif yang sukses yang selalu bangun di pagi hari. Ernest Hemingway, salah satu yang menyukai bangun di pagi hari untuk menghindari interupsi. Hawa / udara pagi hari terasa sejuk dan baik untuk memulai kerja dimana tidak ada interupsi yang mengganggu.

 

BERJALAN KAKI

Salah satu manfaat yang besar akan ladies dapatkan jika sering berjalan kaki. Tubuh yang sehat akan memberikan pikiran positif, dan meningkatkan produktivitas serta kemampuan dalam menyelesaikan tugas-tugas kreatif. Bukti orang-orang yang menjadikan berjalan kaki sebagai rutinitas keseharian mereka adalah Beethoven, Mahler, Erik Satie, dan Tchaikovsky. Berjalan kaki juga membuat ladies lebih banyak melihat sesuatu, dan lebih banyak berpikiri melalui sudut pandang lain. Ladies, mulai sekarang latihlah berjalan kaki saat menuju sebuah lantai di kantor, atau coba makan siang ke tempat yang lebih jauh dengan berjalan kaki.

 

WORKING PRIORITY

Merasa pekerjaan kantoran membosankan dan tak membuat ladies kreatif? Salah Besar! Coba tengok William Faulkner yang menulis As I Lay Dying di sela-sela kesibukan kantor saat sore hari sebelum melakukan shift malam, atau Franz Kafka yang menulis pekerjaan kreatifnya pada malam hari dan beberapa jam di pagi hari disaat ia sibuk dnegan pekerjaannya di sebuah perusahaan asuransi. The Point is, discipline & focus.

 

KONSISTENSI

Inilah yang menjadi dilemma para pekerja kreatif untuk tidak memilih pekerjaan sebagai karyawan sebuah perusahaand engan jam kerja nine-to-five. Padahal, konsistensi lah yang bisa membuat pikiran kreatif serta ide-ide terasah. William James, seorang tokoh psikologi modern, mengemukakan bahwa melakukan rutinitas secara ketat dapat membantu membebaskan imajinasi ladies lebh luas.

 

RUANG KERJA YANG FLEKSIBEL

Sungguh benar adanya jika ruang kerja yang monoton bisa menghasilkan daya imajinasi yang tinggi. Salah satu studi menyimpulkan, bahwa ruang yang memiliki bunyi lebh banyak dapat menstimulus seseorang untuk memiliki tempat kerja yang menyenangkan. Contohnya adalah sosok Agatha Christie yang bekerja di banyak lokasi, serta Jane Austen yang bahkan menulis buku-nya ditemani sang ibu yang sedang menjahit.

 

KAFEIN

Sudah tidak asing lagi, kopi dan minuman ber-caffeine lainnya jadi konsumsi wajib semua orang, khususnya para pekerja kreatif. Beethoven meminum kopi yang diseduh dengan menggunakan 60 biji kopi, Balzac meminum 50 cangkir kopi per hari, dan Kierkegaard menuangkan kopi hitam ke cangkir berisi gula, kemudian langsung meminumya.

 

So, banyak cara untuk menjadi kreatif, ladies! So, tinggal pilih mau menjadi kreatif dengan cara apa.